Keren, Dosen UM Bermain FTV

Perempuan Dataran Dieng TVRI

*Penyangkalan Umum: Tulisan dibuat tanpa tendensi terhadap apapun dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan tokoh atau instansi yang disebutkan dalam tulisan berikut. Tulisan murni berdasarkan opini penulis.

Bagaimanakah perasaan kalian jika mendapati seseorang yang biasa mengajar kalian di kelas tiba-tiba muncul di layar kaca dan terlihat sebagai karakter yang berbeda? Ya, itulah perasaan saya, "kaget alias kagak nyangka" melihat salah satu dosen saya bermain Film Televisi (FTV). Saya kaget atau lebih tepatnya kagum, karena ternyata dosen yang dikenal memiliki persona tegas kepada mahasiswa ternyata memiliki "hal lain" yang tak terpikirkan oleh saya, atau bahkan oleh semua mahasiswa satu jurusan.

Judul FTV yang diperankan oleh dosen saya tersebut adalah Perempuan Dataran Dieng. FTV tersebut tayang di TVRI dan telah diunggah ulang pada situs berbagi video youtube oleh akun andika ruly pada tanggal 6 September 2017. Pada saat tulisan ini dibuat, video tersebut sudah ditonton sebanyak 731 kali. Jumlah angka tersebut memang terlihat tidak terlalu besar, boleh dikatakan masih terlalu jauh untuk memperoleh predikat trending youtube. Saya menduga hal tersebut disebabkan karena akun pengunggah video bukanlah akun resmi milik TVRI. Meskipun demikian, saya jamin kalian tidak akan kecewa menonton FTV tersebut karena, seperti yang kita tahu setiap sajian acara TVRI hampir bisa dipastikan sarat akan makna.

Dosen yang saya maksud sebelumnya ialah Bapak Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. atau yang sering disapa Pak Wahyu yang merupakan salah satu dosen jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang(UM) dengan pangkat yang tertera pada laman situs jurusan tersebut adalah Lektor Kepala. Sehari-hari, beliau biasa mengampu matakuliah yang sama sekali tidak berkaitan dengan dunia seni peran. Dulu saya pernah mengambil kelas beliau pada matakuliah Dasar Pemrograman Komputer dan matakuliah Sumber Belajar. Walaupun begitu, beliau sangat 'lues' dalam memainkan peran beliau sesuai naskah yang ditulis oleh Bepy Nusarto.

Peran beliau dalam FTV tersebut bukanlah menjadi pemeran utama, melainkan menjadi pemeran pendukung, yaitu sebagai Pak Harjo yang merupakan seorang petani kentang dari Dataran Dieng Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Dalam berperan sebagai Pak Harjo, beliau memiliki keluarga yang sederhana yang terdiri dari satu orang istri yaitu Bu Harjo yang diperankan oleh Lisa Khosasih, serta dua orang anak yaitu Kanti yang diperankan oleh Tri Diaz Lestari dan Kunto yang diperankan oleh Muhammad Septian. Kanti merupakan seorang sarjana pariwisata yang baru saja lulus dan sedangkan Kunto masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Karakter FTV Pak Harjo

Cerita utama tentang tokoh atau karakter Pak Harjo dalam FTV tersebut, berdasarkan pemahaman saya ketika melihat FTV tersebut adalah Pak Harjo mengharapkan Kanti untuk menjadi seorang petani kentang sama seperti beliau, namun Kanti lebih memilih menjalankan usaha yang baru dirintisnya, yaitu usaha di bidang pemandu wisata yang sesuai dengan ilmu sarjananya.

Hal yang membuat saya kagum dengan Pak Wahyu dalam FTV tersebut adalah beliau terlihat sangat menjiwai terhadap peran yang diberikan, dan menurut saya akting beliau tidak kalah dengan pemain FTV ternama. Buktinya adalah sejak awal cerita, beliau terlihat tanpa canggung melakukan adegan bersua dengan Kanti yang baru saja pulang dari kota, dan terlihat tanpa ragu pula melakukan adegan sujud syukur di ladang karena mendengar Kanti berhasil wisuda. Selain itu, ekspresi wajah atau mimik yang ditampilkan Pak Wahyu selama jalannya cerita cukup pas, sehingga menurut saya dalam adegan berdialog jadi lebih "berwarna". Meskipun seperti yang kita ketahui dalam proses pengambilan gambar adegan bisa dilakukan berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan, akan tetapi jika pemeran tidak memiliki kemampuan tentunya sebuah FTV tidak akan membuahkan hasil yang baik.

Kalau saya diperkenankan untuk berpendapat sebagai penonton, mungkin menurut saya yang sedikit "menciderai" penampilan Pak Wahyu adalah saat adegan menunjukan ekspresi mengantuk, menurut saya itu agak terlihat kurang alami, atau terlalu terlihat kalau dibuat-buat. Untuk selebihnya akting Pak Wahyu sangat bagus dan menyenangkan untuk ditonton. Untuk kalian yang masih belum tahu bagaimana akting Pak Wahyu dalam FTV Perempuan Dataran Dieng, kalian bisa melihat video berikut ini:



:

1 komentar:

  1. Waaah saya gak bisa membayangkan kalau dosen saya seperti itu, apalagi kalau OOC alias out of the character xD

    Pasti antara shock, terpingkal, dan speechless deh. /jadi bayangin beberapa dosen kalau lagi OOC/

    Tapi saya setuju sih, keren! Melakukan hal yang tidak biasa dilakukan dalam keseharian :)

    BalasHapus